oganilir,jejakopd.com – Beredarnya berita disalah satu media online tentang pembelian Buku pelajaran yang terkesan ada pemaksaan ,Kepala sekolah Madrasa Alinia Negeri I (MAN 1)Hj.Rusmala Dewi S.pd, M.M angkat bicara.
Menanggapi pemberitaan mengenai buku di MAN 1 Ogan Ilir yang menyebut adanya dugaan kewajiban siswa untuk membeli buku, Hj.Rusmala Dewi S.pd MM Didampingi Waka Humas Dr. H. Muhamad Abduh, S.Ag., M.Ag.dan waka kesiswaan Reni Dasmi, S.Pd.
saat ditemui diruang kerjanya kamis 8/10/ 2026
Kepala sekolah MAN.1 memandang perlu menyampaikan klarifikasi agar informasi yang berkembang di tengah masyarakat dapat dipahami secara utuh dan proporsional.
“Kami menegaskan bahwa pihak MAN 1 Ogan Ilir tidak pernah mewajibkan ataupun memaksa siswa untuk membeli buku”
“Dalam proses pembelajaran, guru memberikan saran agar siswa memiliki sumber belajar yang dapat menunjang pemahaman terhadap materi yang diberikan di kelas” ujarnya.
Saran tersebut merupakan bagian dari ikhtiar akademik untuk membantu siswa belajar secara lebih efektif, bukan merupakan bentuk kewajiban ataupun pemaksaan.
Lanjutnya “Kita tentu memahami bahwa proses belajar yang optimal membutuhkan dukungan berbagai sumber.
“Buku merupakan salah satu sumber belajar, yang dapat membantu siswa membaca kembali materi, memperdalam pemahaman, mengerjakan tugas, serta membangun kebiasaan belajar secara mandiri. Guru memiliki keterbatasan waktu dalam menyampaikan materi di kelas, sehingga keberadaan sumber belajar yang dapat diakses siswa di luar jam pembelajaran menjadi salah satu faktor pendukung keberhasilan belajar”jelasnya
Dalam memenuhi kebutuhan sumber belajar tersebut, madrasah juga tidak membatasi siswa pada satu cara. Buku dapat diperoleh melalui koperasi yang bekerja sama dengan madrasah maupun melalui toko dan platform daring yang tersedia saat ini.
Dengan demikian, siswa dan orang tua memiliki pilihan sesuai dengan kebutuhan serta kondisi masing-masing.
Kami menyadari sepenuhnya bahwa setiap keluarga memiliki kondisi dan kemampuan yang berbeda. Karena itu, pendidikan harus senantiasa dilaksanakan dengan mengedepankan kepedulian, kebersamaan, dan kebijaksanaan.
“Tidak ada niat dari madrasah untuk menambah beban orang tua, apalagi memaksakan pembelian buku kepada siswa”
Kami menghormati perhatian, kritik, dan pengawasan masyarakat sebagai bagian penting dalam membangun kualitas pendidikan. Namun demikian, kami berharap setiap informasi mengenai madrasah dapat ditempatkan dalam konteks yang lengkap agar tidak menimbulkan persepsi yang kurang tepat terhadap ikhtiar para pendidik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran”tutupnya
sementara itu Waka Humas Dr.H. Muhammad Abdu S.ag,M.ag menambahkan Madrasah pada dasarnya membutuhkan kritik yang konstruktif sekaligus dukungan yang proporsional, Sebab meningkatkan mutu pendidikan bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan oleh madrasah seorang diri. Diperlukan sinergi antara guru, orang tua, komite, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.
“Kami berharap perbedaan pandangan yang muncul dapat menjadi ruang untuk berdialog dan memperbaiki hal-hal yang memang perlu diperbaiki, bukan menjadi hambatan bagi madrasah untuk terus berinovasi” ujar Abdu
“Semangat kami sederhana: bagaimana MAN 1 Ogan Ilir dapat terus meningkatkan mutu pendidikan dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh peserta didik.”
Pada akhirnya, mari kita tempatkan kepentingan anak-anak sebagai tujuan bersama. Setiap ikhtiar pendidikan hendaknya dilihat dengan niat untuk membangun, dan setiap kritik hendaknya menjadi energi untuk melakukan perbaikan.
“Kemajuan siswa adalah kepentingan kita bersama. Pendidikan yang berkualitas adalah tanggung jawab kita bersama”






